Yang membedakannya dengan Indonesia
Melompat dari gedung tinggi, menabrakkan diri dengan kereta yang sedang melaju, menutup semua pintu mobil dan menghubungkan saluran kenalpot kedalamnya adalah pilihan favorit bagi pelaku, ebanyakan pelakunaya adalah pelakunya adalah pria (72%) dan setengahnya adalah pengangguran. Bunuh diri pada usia remaja dan anak anak usai sekolah, bisa dibilang jarang terjadi, walaupun bukan berarti tidak ada. Penyebabnya kebanyakan kerena stress dengan pelajaran di sekolah, kesepian dll.
Menabrakkan diri ke kereta yang sedang melaju kencang adalah cara bunuh diri yang membuat banyak orang susah. Bayangkan, selama beberapa jam tempat itu akan disteril, ratusan ribu penumpang harus dialihkan ke jalur lain, membuat kereta yang sudah sesak menjadi bertambah sesak. Keluarga si empunya bunuh diri juga susah, karena harus membayar denda keterlambatan kereta dan biaya bersih besih lokasi kecelakaan dll. Ini namanya, cara bunuh diri yang membuat orang lain susah. Walaupun begitu, setiap tahun ada saja yang melakukannya.
Kenapa orang Jepang senang bunuh diri ?
Senang ? Siapa yang senang, justru bunuh diri dilakukan karena perasaan tidak senang, tidak enak, tertekan, malu dan hal lain yang tentu saja tidak menyenangkan (sok tahu ! mode : on). Seperti yang saya sebutkan diatas, mungkin karena sudah budaya mereka. Mereka punya semboyan yang sangat keras, menang atau kalah, dan kekalahan sering harus berakhir dengan kematian. Ketika jepang memutuskan untuk menyerah kepada Amerika, banyak tentara yang memilih mati. Bunuh diri juga merupakan ungkapan dari rasa bersalah karena gagal dalam tugas atau ungkapan perasaan malu, seperti yang dilakukan oleh The Deputy Mayor of Kobe yang bunuh diri karena merasa tidak mampu menjalankan tugas pemulihan kota Kobe pasca gempa bumi hebat tahun 1995.
Kemudian ada juga pejabat yang segera mengambil jalan pintas ketika korupsinya terbongkar seperti kasus yang dilakukan oleh Menteri Pertanian Jepang baru baru ini yang kemudian disusul oleh kepala mantan Green Resource Agency, untuk kasus yang sama. Malah sering terjadi ketika sang anak menjadi sorotan karena melakukan suatu kejahatan, malah orang tuanya yang bunuh diri.
Seorang bapak yang melakukan bunuh diri karena kehilangan pekerjaan contohnya, keluarga yang ditingalkan tetap akan mendapatkan asuransi yang jumlahnya menurut saya sangat besar dan dijamin keluarga yang ditinggalkan tidak akan terlantar. Hal inilah mungkin yang mendorong cukup banyak keluarga yang kehilangan kepala keluarganya di negara ini. Dari pada hidup tidak berguna dan tidak menghasilkan, lebih baik mati. Mungkin begitulah kita kira terjemahannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thanks For Comentt...^^ and thx for coming..